Menyalahkan Takdir
Ketika aku menginginkan suatu hal sebagai impian, lantas tak terwujud. Aku kecewa, menangis sejadi-jadinya, hatiku teriris. aku merasa, aku adalah manusia paling sengsara. menyalahkan keadaan, menyalahkan semua orang yang terlibat maupun tidak. bahkan sampai menyalahkan takdir. seolah Allah salah dalam menulis takdir. dadaku sesak, aku tak tau harus berbuat apa. Tapi, seiring berjalannya waktu aku terus belajar, aku terus mendalami ilmu agama. makin hari makin banyak yang kusesali dalam hidup. aku menjadi paham tentang apa itu 'takdir'. Allah telah menulis takdir tiap insan sejak 50.000 tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. untuk seseorang yang telah mendalami agamanya dengan baik dan benar, satu kalimat ini menjadi ketenangan dalam hidupnya. artinya, apapun yang telah terjadi saat ini merupakan sesuatu yang telah Allah tuliskan dalam catatan yang dinamakan Lauh Mahfudz. tentang takdir yang telah tertulis, aku tidak bisa mengelaknya. yang kutau, Allah Maha Baik, Dia tid...