Menjadi Agen Kebaikan


Dunia yang kita tinggali saat ini hanyalah sementara. Ya, fana. Semua akan sirna. Kita sekarang hanya singgah menuju tempat keabadian yaitu akhirat.

Lantas, apakah kita hanya diam tanpa melakukan apapun? Baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Atau, apakah kita harus menjadi orang sukses? Yeah, life is yours. Itu quote yang sering kita dengar. Artinya apa? Hidup ini milikmu. Kamu sendiri yang menjalaninya. Oh berarti terserah dong kita mau ngapain? Kenapa harus repot-repot berbuat segalanya toh nanti kita bakal mati juga trus semua itu gak ada gunanya. Percuma aja. Begitukah yang kamu pikirkan?

No. You are wrong. Bukan berarti hidup adalah milikmu lantas kamu menjalani hidup seenaknya. Nongkrong sana sini, begadang unfaedah, males-malesan tiap hari, dan lainnya yang melalaikan tujuan hidup di dunia. Oh come on! Sadarlah. Kamu, aku, kita semua, akan mati. Apa mau kita hendak meninggalkan dunia begitu saja?

You must know. Mati kita tak akan percuma selama yang kita tinggalkan adalah kebaikan. Menjadi "agen" kebaikan lebih baik daripada kita hidup dengan segala kefanaan dunia. Karena kebaikan akan terus dikenang dan kita sendiri pun dapet pahala besar. Sebagaimana yang telah dijanjikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sabda beliau :

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893)

Hanya dengan kita menebar kebaikan ke orang lain, kita dapet pahala seperti pahala mereka ketika mengerjakannya. Wow, so amazing! Masya Allah. Siapa dari kita yang tidak tergiur dengan balasan ini?

Nah tinggal action-nya aja nih. 

Hal baik bisa dalam bentuk apa saja, bahkan sesederhana memberikan senyum dan mengucapkan terima kasih kepada office boy atau cleaning service di kantor. Kita gak akan pernah menyadari bagaimana hal sederhana tersebut bisa membuat mereka merasa lebih bahagia setelah menghadapi hari yang melelahkan. Juga gak akan pernah menyadari bahwa senyum yang kita terus berikan ini dapat memotivasi mereka untuk menjadi orang yang terus tersenyum kepada siapapun.

Hal lain yang perlu diingat adalah lakukan kebaikan dengan perasaan tulus dan tanpa mengharapkan balasan. Ikhlas karena Allah. Apabila mereka ingin membalas kebaikanmu (pay it back), minta mereka untuk melakukannya ke orang lain yang ada di sekitar mereka (pay it forward). Dengan begini, kamu telah memulai sebuah rantai kebaikan.

Semua ini lebih utama karena amalan yang manfaatnya dirasakan orang lain akan mewujudkan manfaat yang merata dan memberikan pahala secara terus-menerus. Orang yang memberikan suatu kemanfaatan tidak akan terputus amal perbuatannya, selama kemanfaatan tersebut dinisbatkan kepadanya.

Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Takdir Allah itu Baik #1

Takdir Allah itu Baik #2

Good-Looking bukan Segalanya