Buah dari Kejujuran


Ada yang beranggapan, jujur itu sulit.
Ada yang beranggapan, jujur itu menyakitkan.
Terlebih saat situasi genting, tak peduli cara apapun yang telah ia tempuh demi hasil yang tidak mengecewakan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Lantas, setan mana yang tidak senang terhadap perilaku manusia seperti ini?

Ikhwah fillah,
Mari bertanya pada masing-masing hati kita.
Kenapa lebih memilih tidak jujur saat ujian misalnya?
Kenapa tidak peduli akan keberkahan proses dan malah menuruti hawa nafsu?
Sepenting itukah hasil maksimal meski harus melalui cara terlarang?
Kenapa tidak sadar bahwa ada pengawas 24 jam yaitu Allah?
Sungguh! Guru tidak melihatmu tapi Allah melihatmu

Ikhwah fillah,
Teruntukmu yang ragu akan sikap jujur,

Selalu ingatlah pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui sahabat Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu ini,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya mendapat cerita dari salah seorang teman di masa SMA-nya. Suatu hari ada acara semacam motivasi di sekolah. Semua siswa dikumpulkan di masjid sekolah. Dan ketika itu sang motivator bertanya "siapa seorang dari kalian yang tidak pernah menyontek sampai sekarang?" Semua tak ada yang angkat tangan. Kecuali 2 orang. Sebut saja nama mereka adalah N dan R. Semua siswa terkejut sekaligus takjub. Lalu motivator itu meminta mereka agar maju untuk mendapatkan hadiah. 

Singkat cerita, saat kelas 3, ada seleksi SNMPTN yang biasa diadakan pada tiap tahunnya. Jika melihat dari nilai N, dirinya pernah cerita bahwa dia tidak masuk dalam kategori ranking yang bagus dan kemungkinan tidak bisa masuk ke siswa penerima seleksi SNMPTN. Tapi biidznillah ternyata dia masuk menjadi salah satu peserta seleksi SNMPTN dan tak hanya itu, dia juga lolos dan diterima di salah satu perguruan tinggi negeri. Semoga Allah menjaganya dan memudahkan segala urusannya.

MasyaAllah.. Luar biasa bukan?
Melalui cerita tersebut, saya mengambil kesimpulan bahwa bisa jadi Allah menghendaki dia lolos SNMPTN bukan karena kepintarannya, melainkan hasil dari keberkahan nilainya yang selalu jujur.

Begitulah Allah lebih melihat bagaimana prosesnya dibanding hasil.
Semangat kawan! Mari terapkan sikap jujur kita pada kehidupan sehari-hari.

Salam sejahtera. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Takdir Allah itu Baik #1

Takdir Allah itu Baik #2

Good-Looking bukan Segalanya