Good-Looking bukan Segalanya
Good-Looking bukan Segalanya
Apakah menjadi manusia termasuk ujian? Yang
karena keluhan-keluhan itu keluar dari mulut mereka akibat masalah terus
bermunculan tiada henti. Banyak yang menangis, hendak melakukan percobaan bunuh
diri karena tidak kuat; meskipun sebagian lainnya sanggup menghadapinya. Tapi,
tetap saja, kala usaha sia-sia maka kalimat ‘aku enggak berguna’ terucap tanpa
permisi.
Well, as we know, saat ini sedang maraknya pembahasan
mengenai good-looking. Kenapa, sih, manusia tidak bosannya membahas topik–yang
padahal hal itu malah membuat timbulnya keresahan dalam diri mereka sendiri?
Mungkinkah karena ketampanan atau
kecantikan seseorang menjadikan perusahaan ternama meng-acc curriculum vitae
mereka? Ketika kamu hendak melamar pekerjaan impianmu, sudah siap
berpakaian rapi untuk pergi ke suatu perusahaan; kemudian kamu berpapasan
dengan temanmu–yang semasa sekolah menjadi incaran cowok, juga melamar di
divisi yang sama. Cantik sekali, gumammu.
Setelah mengobrol panjang karena sudah lama
tidak bertemu, akhirnya memutuskan untuk berangkat bersama ke tempat wawancara.
Tapi, ada perasaan gelisah dalam hatimu yang semakin membesar. Sepanjang jalan
itu kamu lebih banyak diam. Overthinking membuatmu semakin gelisah dan
tidak percaya diri; padahal semalam kamu sudah persiapan penuh untuk menghadapi
hari itu.
Ketika nama temanmu itu sudah dipanggil dan
setelah 15 menit dia keluar dari ruangan test dengan ekspresi ceria, gelisahmu
semakin menjadi. Takut tidak akan berhasil; hanya karena fisikmu yang tidak
bagus. Kamu mencoba meyakinkan diri bahwa kamu pasti bisa. Sudah usaha maksimal
dan sudah meminta pertolongan Allah. Kurang apa lagi? Ya, serahkan kepada Allah
bagaimanapun hasil akhirnya nanti.
Namamu dipanggil. Kamu masuk dengan tubuh
yang mulai berkeringat dingin dan ekspresi wajah yang sulit ditebak. Juga hatimu
yang sedang berusaha melawan keresahan. Bismillah.
Apa kamu sadar? Dihadapan pewawancara, kamu
menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dengan lancar. Sesuai perkiraan dalam
persiapanmu semalam, pewawancara menguji keterampilan dan keasahanmu, dan kamu
berhasil melakukannya. Luar biasa.
Seminggu kemudian, setelah sebelumnya
diberitahu bahwa pengumuman akan ditampilkan di halaman web perusahaan. Pagi itu
kamu sudah bersiap di hadapan laptop merahmu, sambil menautkan kedua tangan
berharap Allah akan memberikan hasil terbaik.
Tepat di jam yang telah ditentukan, kamu
membuka web itu, dan hasilnya… kamu diterima di divisi impianmu dengan posisi
tertinggi. Sungguh hasil yang menggembirakan, bukan? Kemudian kamu melihat nama
temanmu –yang fisik sempurna, ternyata dia diterima di posisi karyawan biasa.
Apakah hal ini aneh?
Oh, tentu tidak. Akhirnya kamu memahami
bahwa good-looking tidak menjamin segalanya. Good-looking tidak
semata-mata menjamin kamu diterima di perusahaan; selama ia tidak mempunyai skill
yang dibutuhkan perusahaan. Karena pengalamanmu sudah banyak dan jawabanmu
berhasil memuaskan para pewawancara, kamu diterima di posisi tertinggi.
Benar, untuk sukses dalam segala hal,
jangan jadikan good-looking menjadi patokan. Meski kamu tidak memiliki
fisik yang bagus, tapi Allah selalu menciptakan fisik yang sempurna untuk
hamba-Nya. Lihat dirimu. Kamu masih bisa berjalan, makan-minum dengan tangan
tanpa cacat, wajah yang utuh, dan lainnya Setidaknya, mensyukuri hal-hal kecil dapat
menjadikanmu untuk tidak membandingkan dirimu dengan orang lain.
#day7 #nulisyukbatch101
Komentar
Posting Komentar