Insecure, Again.
Insecure, Again.
Bolehkah aku bertanya kepadamu berapa
usiamu? 15? 17? 18? Atau, diatas 20?
Well, kalau diatas 20, berarti kita sama. Hmm, aku tidak akan menyebutkan
spesifik berapa umurku, tapi aku akan membahas tentang sesuatu yang sering diresahkan
oleh remaja di umur segini.
Insecure sudah menjadi hal yang sering dibahas oleh anak muda.
Terlebih bagi anak milenial, kata insecure seperti sudah menjadi headline
yang tiap hari selalu muncul. Bahkan, sebagian dari mereka ada yang sampai over
insecure hingga puncak stress tak bisa dikendalikan.
Menurut web alodokter.com, insecure adalah
perasaan cemas, tidak mampu, dan kurang percaya diri yang membuat seseorang
merasa tidak aman. Akibatnya, seseorang yang insecure bisa saja merasa
cemburu, selalu menanyakan pendapat orang lain tentang dirinya, atau justru
berusaha memamerkan kelebihannya.
Enggak ada yang bilang, kok, insecure
tidak diperbolehkan. Justru itu adalah sesuatu yang sebenarnya normal terjadi. Namun,
pada sebagian orang, mereka selalu merasakannya terus menerus yang dapat
menimbulkan efek buruk bagi dirinya sendiri.
Sebenarnya, ada tidak sih, gejala dan tanda
insecure? Kalau yang aku dapat dari web alodokter.com ya, ada beberapa
gejala yang bisa menandakan seseorang memiliki perasaan insecure, yaitu
: menyalahkan diri sendiri bila suatu hal tidak berjalan sempurna. Hmm, sifat
perfeksionis, maybe? Yap, seseorang yang insecure menginginkan
pendidikan tinggi, perkerjaan terbaik, atau apapun pokoknya harus sempurna. Kalau
tidak berhasil, mereka akan kecewa. Nah, mungkin yang sering mengalami hal ini
harus hati-hati lagi, ya.
Kemudian tanda kedua. Yaitu memiliki
kepercayaan yang tipis terhadap orang lain. Seseorang yang insecure cenderung
lebih cemburu terhadap apa yang dimiliki orang lain. Hal ini apakah bisa kita
masukkan ke kategori hasad/iri?
Perasaan insecure atau minder, bisa
timbul akibat kita terlalu memperhatikan apa yang orang lain katakan, apa yang
orang lain lakukan. Akhirnya kita menjadi ‘bodo amat’ terhadap diri sendiri.
Mungkinkah itu terjadi? Sangat mungkin. Kita terlalu menginginkan apa yang
dimiliki oleh orang lain, meskipun kita tahu itu adalah sesuatu yang tidak
mungkin terjadi. Faktor utama, sih, yaa kurang percaya diri dengan apa yang ia
lakukan. Padahal, mungkin saja, yang ia lakukan untuk orang lain akan
menjadikan sebagai manusia yang paling banyak menyalurkan manfaatnya.
Disebutkan dalam web alodokter.com, contoh
penyebab perasaan insecure yang berasal dari luar adalah perlakukan
dipandang sebelah mata oleh orang lain atau perlakuan overprotective
dari orang tua dan pasangan. Sementara contoh penyebab yang dari dalam adalah
perasaan kesepian dan sifat terlalu perfeksionis.
Meski tergolong normal, perasaan insecure
tidak boleh dianggap sepele begitu saja. Hal ini karena rasa insecure
bisa berdampak buruk bagi kehidupan sosial serta kesehatan mentalmu.
#day5 #nulisyukbatch101
Komentar
Posting Komentar