Kutipan Untukmu

 

Kutipan Untukmu

Dunia memang sungguh kejam. Tak mau peduli apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh manusia. Tak mau tahu apa yang saat ini sedang dirasakan oleh manusia. Sekejam itu. Membiarkan manusia melawan arus kehidupan yang terus menekan.

Kita manusia. Roda kehidupan terus berputar. Ada kalanya kita berada diatas, dan ada kalanya kita berada dibawah. The end, mengeluh sudah menjadi hal yang lumrah terjadi. Tak dapat dipungkiri kita selalu berurusan dengan masalah hati. Kadang bahagia, kadang down, atau bahkan seringkali sampai puncak stress.

Kita semua sudah paham, terlalu sering mengeluh bukanlah hal yang baik. Mungkin, mengeluh pada tiap orang beda-beda, ya. Masing-masing memiliki kasus yang berbeda. Generally, mengeluh karena minder atau tidak percaya diri. Mengeluh karena tidak puas terhadap keadaan yang sedang dirasakan saat ini. Terutama mengeluh terhadap kondisi fisik, itu realita terjadi.

Hmm, kondisi fisik, ya. Jarang sekali orang tidak membicarakan hal ini. Termasuk kita. Iya, aku dan kamu. Mungkin, berat badanmu kurang atau berlebih, postur yang tidak ideal, wajah yang tidak bagus. Kemudian kamu melihat orang lain yang ideal, good-looking, lantas pikiranmu tertuju pada kalimat ‘apakah dengan posturku yang seperti ini, ada yang mau berteman denganku?’

Benar, kan? Atau, mungkin, kamu melihat temanmu yang pintar dalam segala hal. Dia tak pernah absen dalam mengikuti event, menjadi speaker at anywhere, selalu dibanggakan dosen, bla bla bla, yang enggak ada habisnya kamu bicarakan. Lantas kamu berpikir, ‘Dia bisa segalanya, sedangkan aku enggak punya apa-apa. Aku memang manusia tidak berguna.’

Stop, please!

Kumohon berhentilah berpikir seperti itu. Berhentilah berpikir bahwa kamu adalah manusia tak berguna. Allah tidak menciptakan sesuatu itu sia-sia. Begitu pula manusia, untuk apa Allah menciptakan manusia? Tentu saja, untuk beribadah. “Tidaklah Aku ciptakan manusia dan Jin melainkan untuk beribadah.” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Untukmu yang merasa tidak good-looking, ketahuilah, Allah tidak melihat siapa yang paling indah diantara hamba-Nya, melainkan Dia melihat siapa yang paling bertakwa. Jadi, daripada kita menyibukkan pikiran bagaimana menjadi ideal dan good-looking, kenapa tidak kita sibukkan diri untuk menjadi hamba berkualitas saja? Bukankah di akhirat kelak tidak akan ditanya bagaimana prosesmu menjadi hamba yang cantik?

Untukmu yang merasa tidak punya apa-apa, lantas orang tua kamu anggap apa? Nikmat kesempurnaan tubuh yang normal, nikmat makan dan minum, nikmat tempat tinggal, bukankah itu artinya kamu memiliki apa-apa? Memang, tidak semewah yang temanmu miliki, tapi mensyukuri hal-hal kecil akan menjadikan hati kita lebih tenang, dan bukankah Allah sudah berjanji akan menambah nikmat-Nya untuk hamba yang rajin bersyukur?

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim : 7)


#day6 #nulisyukbatch101

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Takdir Allah itu Baik #1

Takdir Allah itu Baik #2

Good-Looking bukan Segalanya