Merasa Tidak Adil
Karena kita manusia. Selalu membandingkan
diri dengan orang lain. Membandingkan kenikmatan yang kita miliki dengan yang
orang lain miliki. Rumput tetangga akan selalu lebih hijau, bukan?
Malam itu, kamu sedang berada di depan
teras. Memandangi indahnya para bintang yang sedang berlomba untuk menyinari
kegelapan. Bulatan cahaya purnama ikut menyertainya. Seolah merasakan apa yang
kamu rasakan kala itu.
Udara malam begitu dingin hingga menusuk
tulang. Pikiranmu pecah. Sedari tiga puluh menit yang lalu, air matamu terus
mengalir tak bisa kau hentikan. Hanya ini yang bisa kau lakukan demi
menenangkan hati. Menumpahkan rasa sesak yang membuatmu ingin berteriak saat
itu juga. Tapi, tidak mungkin, kan?
Mengingat masalah yang terus muncul tiada
henti. Masalah pertama, keluarga. Keluargamu terbilang ekonomi standar. Tapi
teman-temanmu selalu mengajakmu ke tempat-tempat mewah. Tak jarang kamu merasa
terkucilkan karena mereka tidak mengganggapmu sebagai teman akibat beda
‘kasta’. Ah, andaikan aku berada di keluarga
yang sukses, aku akan memiliki banyak uang, aku akan bisa membeli ini itu.
Kenapa sepertinya hanya aku yang mengalami ini? Setiap hari aku mau makan aja
susah. Rasanya, Allah tidak adil.
Allah tidak adil?
Saudaraku, aku hanya ingin membuatmu
merenungi beberapa hal. Tak lupa juga ini nasihat untuk diriku sendiri. Kamu
mengeluhkan tentang keluarga yang tidak kaya, keluarga yang tidak sukses. Sampai-sampai
tanpa sadar menentang apa saja yang terjadi padamu.
Padahal, segala sesuatu yang terjadi itu adalah
takdir. Segalanya sudah Allah tuliskan di catatan pena dalam kitab lauhul
mahfudz, dan sudah tercatat sejak 50.000 tahun sebelum diciptakannya langit dan
bumi. Artinya, semua orang memiliki takdirnya masing-masing.
Sekali lagi, takdir manusia berbeda. Allah
siapkan porsi hidup yang berbeda. Kita sebagai makhuk yang diciptakan-Nya, takada
gunanya untuk menentang takdir.
Mungkin, kamu merasa tidak adil karena kamu
pernah mengalami keterpurukan, kemudian kamu melihat temanmu selalu bahagia. Mungkin,
kamu merasa tidak adil karena kamu merasa bahwa kamu memiliki keluarga dibawah
standar ekonomi, kemudian kamu menyaksikan temanmu selalu sukses karena
finansialnya mendukung.
Begitukah yang kamu anggap Allah tidak
adil? Hanya karena perbedaan kondisi?
MasyaAllah.. Sangat bermanfaat. Barakallah fiikum
BalasHapus