Takdir Allah itu Baik #1

 

Takdir Allah itu baik. Sangat baik. Allah tidak pernah mendzalimi hamba-Nya dengan memberikan keputusan buruk. Keputusan-Nya selalu indah. Lebih indah dari yang kita bayangkan.

Sesempurna rencana yang kita buat, ketika Allah mengatakan “tidak”, maka hasilnya tidak. Failed. Namun, banyak manusia merasa frustasi. Karena merasa telah melakukan usaha maksimal, tapi sia-sia begitu saja. Manusia tidak terima akan hal ini.

Kita ambil contoh kasus. Seseorang, sebut saja Fulan, baru saja menginjakkan kakinya di tahun terakhir SMA-nya, ia memiliki impian untuk masuk ke perguruan tinggi ternama. Selain karena untuk membanggakan orangtuanya, ia ingin membuktikan dirinya bahwa ia mampu bersaing dengan orang-orang pintar –karena selama ini hanya berada di ranking tengah.

Maka, di tahun terakhir SMA ini, Fulan bertekad akan mulai serius dalam belajar dan belajar. Dia tahu bahwa nilai rapornya standar dan ia agak pesimis apakah bisa mendaftar kuliah melalui nilai rapor. Namun, hal itu tidak menjadi masalah baginya. Ia selalu meyakinkan dirinya bahwa waktu yang berharga harus ia gunakan untuk belajar, karena nilai Ujian Nasional (UN) juga menentukan kelulusannya. Ia ingin menjadi lulusan terbaik.

Hari kian berlalu. Bulan silih berganti. Tak ada yang mengetahui betapa seriusnya Fulan untuk mewujudkan impiannya untuk kuliah di universitas A. Pagi belajar di sekolah, siang ia gunakan untuk tidur agar energinya terisi kembali. Lantas malam hari ia belajar lagi. Begadang bukan hal yang ia sukai, maka ia akan tidur tepat jam 22.00 supaya bisa bangun di sepertiga malam. Ia juga manusia, selalu membutuhkan pertolongan Sang Pencipta agar selalu diberikan kemudahan dan keberkahan dalam prosesnya. Pun olahraga dan makan makanan sehat tidak pernah luput tiap harinya.

Hingga berbagai ujian sudah ia lewati dengan tuntas, hari-H ujian masuk perguruan tinggi akhirnya tiba. Kali ini, Fulan sudah memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk menghadapi ujian ini. Bukan artinya dia sombong, tapi karena ia sudah belajar menjadikan dirinya percaya bahwa ia bisa. Dan, benar saja, Fulan berhasil mengerjakannya dengan baik.

Sebulan kemudian, hasil ujian telah keluar. Fulan sudah siap dengan apapun hasilnya. Ia yakin, ia akan berhasil. Namun, setelah ia memasuki web dengan nomor yang tertera di kartu ujiannya, raut wajahnya langsung berubah. Apa yang terjadi? Ia tidak lulus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Takdir Allah itu Baik #2

Good-Looking bukan Segalanya