Ujian - Sabar (2)
Ujian – Sabar
Sebelum kita beralih topik, mari selesaikan
dulu pembahasan mengenai sabar. Seseorang yang sabar dalam menghadapi ujian
yang Allah berikan kepadanya, pasti akan ada ganjaran berlipat-lipat. Kesabaran
identik dengan sesuatu bernama musibah.
Tahu, ngga, sih? Bahwa musibah akan
menghapus dosa seorang hamba. Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan
hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal
tersebut, “Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim, bahkan sekedar
duri yang menusuknya sekalipun, melainkan Allah akan menghapus kesalahannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Sahabatku, mungkin sebagian kita ada yang
kurang puas dengan solusi ‘sabar’. Baik, coba kita amalkan doa yang pernah
diajarkan Nabi kepada kita. Siapa tahu, kan, dengan membaca doa ini hati bisa
lebih tegar.
Dalam riwayat Muslim, Rasulullah
mengajarkan doa berikut, “Allahumma ajurnii fii musibatii wakhlif lii
khairan minhaa (Ya Allah, limpahkanlah kepadaku pahala atas musibahku ini dan
berikanlah bagiku ganti yang lebih baik.”
Bagaimana? Oh, kurang puas lagi? Baik, mari
kita renungi bersama tulisan setelah ini.
Seperti yang kita ketahui bahwa tiap insan
di bumi ini pasti ada ujiannya. Masing-masing memiliki porsi yang telah
dituliskan dalam pena catatan takdir. Mungkin, saat ini kamu telah diuji berupa
sakit yang kian hari kian parah. Sudah berobat sana sini, belum kunjung sembuh
juga. Perasaan frustasi mulai merambat dalam jiwamu. Rasanya ingin mati saja,
pikirmu.
Duhai sahabatku, ingatlah, sakitmu adalah
ujian. Bukan berarti ujian yang kamu hadapi saat ini adalah tanda ketidakadilan
Allah kepada hamba-Nya. Jangan pernah berpikiran seperti itu, ya. Justru Allah
Maha Adil. Dia juga memberikan ujian kepada hamba-Nya yang lain. Hanya saja,
porsinya beda.
Mungkin, kamu merasa bahwa ujianmu lah yang
paling berat. Coba kita telusuri kembali kisah Nabi Ayyub alaihissalam. Dulunya
Nabi Ayyub terkenal sangat kaya dengan harta yang berlimpah. Tak ada yang
menandinginya. Beliau diberi karunia oleh Allah berupa keluarga dan anak-anak.
Nabi Ayyub terkenal sebagai orang yang baik dan penyayang. Beliau adalah orang
yang rajin bersyukur atas nikmat Allah dengan menunaikan hak Allah.
Tanpa diduga, tiba-tiba saja, Nabi Ayyub diuji
penyakit yang menimpa badannya, juga mengalami musibah yang menimpa harta dan
anaknya, semua hilang. Ia pun terkena penyakit kulit, yaitu judzam (kusta).
Yang bisa dilakukan olehnya hanyalah banyak berdzikir pada Allah. Semua orang
ketika itu menjauh dari Nabi Ayyub hingga ia mengasingkan diri di suatu tempat.
Hanya istrinya sajalah yang mau menemani Ayyub atas perintahnya. Sampai istrinya
pun merasa lelah hingga mempekerjakan orang lain untuk mengurus suaminya.
Dalam sebuah kitab Tafsir, disebutkan bahwa
Nabi Ayyub mendapat musibah kurang lebih selama 7 tahun dan beberapa bulan. Setelah
Nabi Ayyub bersabar dan ridho atas ujian yang menimpanya, tak lupa ia juga
berdoa, akhirnya keluarga dan hartanya telah kembali.
Lihat, untukmu yang sedang berbaring karena
sakit yang tak kunjung sembuh, sabarlah. Karena ujianmu tidak seberat Nabi pada
masanya. Nabi Ayyub sakit selama bertahun-tahun, sampai kekayaan dan
keluarganya meninggalkannya, ia tetap bersabar, hingga karena kesabaran itulah
Allah ganti lebih baik.
Maka, duhai sobatku, kala ujian menimpa
kita, tak ada solusi lain melainkan bersabar dan ridholah terhadap takdir. Percayalah,
akan ada balasan terbaik yang Allah siapkan untuk hamba-Nya yang bersabar. Entah
di dunia maupun di akhirat.
#day 2 #nulisyukbatch101
Komentar
Posting Komentar