Ujian - Sabar 3
Ujian – Sabar
Lagi-lagi pembahasan tentang sabar tidak
ada habisnya. Tak pernah lelah aku nasihati terutama diri pribadi, untuk terus
bersabar. Apapun dan bagaimana pun kondisinya. Dimana pun kamu berada, kala
tekanan telah membuatmu ingin meronta, tersenyumlah, karena kelak sabarmu akan
berbuah pahala, insya Allah.
Tiba-tiba aku teringat dengan sebuah kisah
yang sungguh luar biasa menggugah hati bagi yang mendengarnya. Di zaman Bani
Israil, tepatnya dibawah kekuasaan seorang raja yang mengaku Tuhan. Ya, Fir’aun
yang dikenal sebagai raja terbengis. Walaupun tanah selalu subur, tak jarang
Fir’aun bertindak semena-mena terhadap rakyatnya. Sampai Allah menurunkan
utusannya untuk mendamaikan bumi yang penuh kekejaman itu. Setelah melalui
rintangan penuh terjal mengorbankan nyawa hidup dan mati, atas izin Allah
dakwah Islam mulai dikenalkan oleh Nabi Musa dan saudaranya, Harun, kepada kaum
Israil. Mereka mulai menyebarkan agama yang diridhoi Allah. Namun, ajaran ini cukup
banyak yang menentangnya meski ada juga yang mengimaninya, termasuk istri Fir’aun.
Asiyah, nama yang disebutkan oleh
Rasulullah sebagai wanita penghuni surga, ia adalah istri dari seorang raja
kejam. Asiyah merupakan seorang wanita muslimah. Ia mengimani ajaran yang
dibawa oleh Nabi Musa ‘alaihissalam. Takjubnya, setelah beriman, ia
masih menyandang status sebagai seorang istri. Asiyah harus berhadapan dengan
suaminya yang masih kafir.
Hari terus berlalu, Asiyah terus menutup
agama keyakinannya dari suaminya; karena ia tahu Fir’aun akan menghukumnya
tanpa belas kasih kepada rakyatnya yang mengikuti ajaran Musa ‘alaihissalam.
Coba kita bayangkan; bagaimana beratnya cobaan yang harus ia hadapi,
kekhawatiran yang kian muncul dalam dirinya, rasa takut terhadap suaminya. Hingga
suatu hari, Fir’aun mengetahui fakta bahwa istrinya sudah beriman sejak lama. Tentu
ia tidak pandang bulu menetapkan hukuman untuk Asiyah. Asiyah yang merupakan
sosok pemilik kesabaran tinggi, ia hanya bisa pasrah menyerahkan segalanya
kepada Allah.
Sahabat, tahu tidak hukuman apa yang
dijatuhkan Fir’aun kepada istrinya, seseorang yang telah membersamainya
bertahun-tahun? Fir’aun memerintahkan pengawalnya untuk menyiapkan wadah besar
berisikan air mendidih. Untuk apa? Jelas untuk menghukum rakyatnya yang
mengikuti ajaran yang dibawa Musa dan Harun ‘alahimassalam. Termasuk istrinya;
diperintahkan untuk meninggalkan agama ini. Namun, karena kebesaran iman yang
telah menjiwai darah dagingnya, Asiyah menolak. Kemudian Fir’aun memerintahkan
pengawalnya untuk memasukkan Asiyah kedalam air mendidih itu. Masya Allah, luar
biasa pengorbanan Asiyah dalam mempertahankan agamanya. Hingga sampai saat ini
namanya dikenang oleh Al-Qur’an.
Sahabat, apa yang dapat kita ambil dari
kisah diatas?
Dalam ujian keimanan, butuh kesabaran yang
tinggi dalam mempertahankannya agar tidak goyah. Sehingga, jika saat ini cobaan
datang padamu, itu tanda bahwa Allah sedang menguji keimananmu. Karena jika
tidak kuat, maka hatimu yang lemah akan mudah tergoncang arus godaan dunia yang
fana ini.
Bukan hanya bersabar, melainkan doa juga
harus diperkuat. Semangat, ya!
#day3 #nulisyukbatch101
Komentar
Posting Komentar