Kepada Diriku di Penghujung Tahun
Tidak menyangka jari ini kembali bergerak untuk menuliskan apa yang sedang terpikirkan oleh kepala.
Terinspirasi dari seseorang, kuingin kembali mengisi laman blog yang sudah hampir usang ini. Harapan itu semoga kembali ada. Mimpi itu semoga kembali muncul. Aku ingin menjadi penulis.
Tulisan ini sebatas mengungkapkan sedikit dari sekian banyak perasaan yang terpendam.
Dua ribu dua puluh empat.
Hari-hariku terisi dengan banyaknya drama kehidupan. Seperti rollercoaster, kadang naik kadang turun. Kadang lurus kadang belok. Benar, mentalku sangat teruji.
Tapi, itulah hakikat dunia.
Luka yang tergores, trauma yang membekas, tangisan yang deras, dan tawa palsu yang miris.
Terima kasih Ya Allah, aku lemah tapi dikuatkan oleh iman.
Terima kasih Ya Allah, aku lemah tapi tetap percaya dengan janji-Mu.
Terima kasih Ya Allah, aku lemah tapi mengandalkan-Mu adalah satu-satunya cara agar aku bisa bertahan.
Memang benar kata Allah dalam surah Ar-Ra'd ayat 28, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang".
Kepada diriku yang sudah bertahan sebaik mungkin, terima kasih. Atas segala yang terjadi, semoga terbalaskan dengan ampunan-Nya, sesuai yang dijanjikan Nabi dalam hadits,
”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.” [HR. Bukhari]
Dan kepada diriku yang masih banyak kekurangan, semoga Allah mudahkan untuk menjadi lebih baik dalam perjalanan menuju ridha-Nya.
—
Billahittaufiq.
21 Desember 2024.

Komentar
Posting Komentar